Skip to main content

Puisi I Terima Kasih Mentari

Seikat bunga matahari itu
Menimbun seluruh isi perasaanku
Dimana saat itu ku mulai merintih
Oleh dinginnya sunyiku

Ku berjalan dalam relung waktu yang tergulung
Dalam senyap sunyinya malam
Kuberjalan namum seluruhnya
Masih tetap dikuasai olehmu

Senandung pujian tuhan itu menghantarkan perasaanku pergi
Keyakinan itu datang
Karena ku yakin mimpi rembulan hanya akan berakhir di mentari pagi
Seolah ku yakin takdir itu akan bergeming dan meninggalkanku

Semuanya sudah biasa dengan bergulirnya waktu yang memerdu
Akan sembuh pada waktunya
Hentikan semua itu sebelum lebih subur dan menyayatmu
Luka akan berakhir dengan lengkungan simpul pipimu

Hadapi dan dia akan bangga melihatmu
Lalu katakan kepada mentari itu
Dengan gelora persahabatan yang tulus
Aku berterima kasih terhadap keyakinan awal itu

(n.n)
Untukmu kandaku
11 Desember 2015
Saat azan berkumandang

Comments