Skip to main content

Puisi I Menunggu Mentari


Menunggu Mentari
Bukan cinta yang teramat dalam
Tapi arti sebuah cinta, terjawab dalam kesunyian malam
Cinta bukanlah saat kau berani menyatakannya
Tapi saat kau takut kehilangannya

Bukankah langit memiliki rahasianya
Takkalah takbir tak dapat tersampaikan
Kala lisan hanya dapat mengukir senyuman
Disanalah intuisi akan terbangun

Mata yang memiliki seleranya
Akan melaraskan dengan jiwa yang semakin merindu
Bukankah sinar bulan redup
Redup akan keheningan senja yang pudar

Jiwa yang damai telah berpesan
Tinggalkan kesah yang membelenggu
Curahkan kepada pencipta alam
Tetap bersamaku dan jangan meninggalkanku

(n.n)

Comments