Skip to main content

Puisi I Jendela Kenangan

 Jendela Kenangan

Kisah ini telah berlalu
Dengan nada mengalun
Dengan batas perapian yang menghangatkan
Semua kenangan yang terpatri

Semua kisah itu kini berjalan
Memori terus berputar dalam sebuah kertas film
Memungut semua serpihan yang berhembus
Yang telah tercerai-beraikan

Cinta monyet yang terasa itu
Telah berlalu dengan indah
Mengenangi semua kisah yang telah tiada
Dalam hati yang mulai merindu

Sahabat telah pergi
Yang kau tinggalkan ataupun yang meninggalkan
Telah berlalu dan menghilang
Kenangan hanya akan kau kenang

n.n

Comments

Popular posts from this blog

CONTOH PROPOSAL LDK OSIS

  PROPOSAL KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN A.      Pendahuluan         OSIS merupakan organisasi independen terbesar yang ada di lingkungan sekolah yang menjadi naungan bagi organisasi-organisasi lainnya yang berdiri di bawah pengawasan OSIS. Maju mundurnya OSIS tergantung pada kinerja kepengurusan dan kualitas kepemimpinan dari para pengurus OSIS yang merupakan siswa-siswi pilihan yang telah lolos seleksi dan dianggap layak serta mampu untuk mengelola OSIS selama 1 (satu) tahun Masa Bhakti.          Pemilihan pengurus OSIS untuk setiap periode dilakukan melalui proses yang panjang dan dengan seleksi yang ketat untuk menghasilkan satu tim kerja yang solid dan dapat bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya. Salah satu program OSIS adalah Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang didalamnya berisi tentang pendidikan dasar bagi seorang pemimipin agar dapat menja...

CONTOH SURAT UNDANGAN LDK OSIS

                   PEMERINTAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG DINAS PENDIDIKAN                                                  SMA NEGERI 2 PANCA RIJANG                                    Jl. Lasinrang No.94 Telp. 0421-93387 Rappang Kode Pos 91651                                                                                                      ...

Puisi I Zona Nyaman

ZONA NYAMAN Ini mengenai masa lalu yang tak bisa ku lepaskan Tentang zona yang menyamankan dan membelenggu Mengenai impian apa yang ingin ku raih Kenapa rasa malas tak pernah pergi? Mengapa diri tidak pernah menyesal dengan kesungguhan hati? Apa tujuanmu ingin hidup? Apa yang ingin kau capai sebelum mati? Tentang zona yang tak berhenti membelengguku Tentang langit abu-abu yang nampak pucat Aku bertanya pada semesta yang menyerbak Siapa dirimu? Apa inginmu? Mengapa kau seperti cangkang yang tak bertuan? Hanya raga dengan nyawa yang melanglang buana seolah menginginkan tempat singgah   Angan yang menyibakkan nyata setiap waktu Hanya ilusi dalam tipu daya kesenangan hati Nyatanya kau tak bergerak Selalu, dan masih di tempatmu Tak pernah menyesali dengan sungguh kebodohan yang selalu berulang   Apa tujuanmu ada? Kau bahkan seperti tak berarti? Tak ada manfaat untuk sesama Dan masih sendiri bergulat dengan pikiran Tak ada arah, anginpun malu pada dirimu 29/8/18  n.n