Skip to main content

Posts

Puisi I Kerinduan Marshmallow

Kerinduan Marshmallow Aku merindu Hatiku berkecamuk merintih Merasa kosong tanpa hadirmu Terlihat kapas putih bermain diperutku Kuingin bersamamu Di sini cukup gengam tanganku Katakan dengan bibir putihmu Semua akan baik-baik saja Itu cukup membuatku tenang Hari burukpun asal kita berdua Akan menjadi hari marshmallow untukku Aku hanya ingin berada disampingmu Waktu menggulung dan ingatanku tertuju padamu Dibalik dinding kuhanya dapat tersenyum Melihatmu tertawa bersamanya sahabat Kurindu saat tawa itu dulu hanya milik kita berdua 6 Januari 2015 (n.n)

Puisi I Merindu Senyummu

Merindu Senyummu Merindu apakah sebuah dosa ? Pikiranku terkenang lagi tentangmu Uluh hatiku mennggemu Menjerit ingin menatap mata sendu itu Entah berapa lama detik itu bergulir Bayanganmu telah lama berlaluan Terngiang lagi senyuman simancung itu Diujung bibir terucap takbir memuji Aku merindu dengan dada menggebu Teringat setiap senyum hangat itu Senyuman yang sudah sangat lama ku tunggu Yang selalu ku cari di ujung mata Hai pujangga hati Apakah kau pernah mengingatku ? Dapatkah kau mencuat di rupa ini Mengobati desir rindu yang memerdu Teruntuk kakanda 17 Januari 2016 (n.n)

Puisi I Terima Kasih Mentari

Seikat bunga matahari itu Menimbun seluruh isi perasaanku Dimana saat itu ku mulai merintih Oleh dinginnya sunyiku Ku berjalan dalam relung waktu yang tergulung Dalam senyap sunyinya malam Kuberjalan namum seluruhnya Masih tetap dikuasai olehmu Senandung pujian tuhan itu menghantarkan perasaanku pergi Keyakinan itu datang Karena ku yakin mimpi rembulan hanya akan berakhir di mentari pagi Seolah ku yakin takdir itu akan bergeming dan meninggalkanku Semuanya sudah biasa dengan bergulirnya waktu yang memerdu Akan sembuh pada waktunya Hentikan semua itu sebelum lebih subur dan menyayatmu Luka akan berakhir dengan lengkungan simpul pipimu Hadapi dan dia akan bangga melihatmu Lalu katakan kepada mentari itu Dengan gelora persahabatan yang tulus Aku berterima kasih terhadap keyakinan awal itu (n.n) Untukmu kandaku 11 Desember 2015 Saat azan berkumandang

Puisi I Rain

Butiran hujan itu menerpa Entah kepada siapa dia berbisik Anginpun tertawa bersamanya Dimana bayangmu terlintas bersama Lorong pertemuan itu berkisah Setiap langkah menjadi saksi pertemuan Senyuman sibibir tidak bisa berdusta Bahwa ada angan tentangmu Dimana perginya simancung itu ? Bola mataku selalu mencuri pandang Tempat biasanya kemunculanmu Dengan rasa takut yang menderaku Perhatian itu entah akan tercurah kemana Membutuhkanmu untuk merangkai kata Pentingkah semua ini ? Kurasa tidak penting untukmu bukan (n.n) Menunggu hujan reda diatas kursi hijau itu

Contoh Surat Undangan untuk Rumah Sakit

Nomor             : 8/B/PP-MS/BEM-KBMFK-UMI/X/2015 Lampiran         : - Hal                   : Permohonan Izin Pemasangan Pamflet Kepada Yang Terhormat Rumah Sakit  Ibnu Sina Di,-                   Tempat Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,                   Sehubungan dengan akan dilaksanakannya kegiatan Malam Silaturahim Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang bertemakan “Eksplorasi Atmosfer Kesejawatan Menuju Galaksi Intelektual Islam” pada, Hari, Tanggal     : Minggu, 25 Oktober 2015 Waktu             ...

kata bijak part 7

      jadi intinya gan penyesalan itu nggak bisa ngubah masa lalu jadi jangan terlalu larut dalam kata yang satu ini , tapi ingat penyesalan dapat mengubah masa yang sekarang dan akan datang. So jadikan penyesalan itu sebagai suatu pelajaran untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua amin.

Kata bijak 6

sepertinya wanita harus berfikir dua kali untuk mengatakan I LOVE YOU, karena mereka harusnya menyatakan YOU LOVE ME