Skip to main content

Posts

Puisi I Tak Sejalan Ekspektasi

Tak Sejalan Ekspektasi munkin kau terluka teramat dalam hingga penghujung sukma tapi tahukah engkau yang terluka? ada seburat cahaya disana sebuah pengharapan terkadang menusuk hingga kalbu seakan kau berupa bening kaca tergores dan pecah belah salahkah Tuhan karena menakdirkannya? yah, bohong dikau jika tak demikian selalu berdusta dengan nurani seakan kau makhluk terbenar tak elakkah pikiranmu tergangu sebuah rahasia yang akan diungkap oleh Tuhan sebuah kisah lebih indah dari segala ekspektasi sebuah jalur yang telah terencanakan hanya untukmu n.n

Puisi I Menunggu Mentari

Menunggu Mentari Bukan cinta yang teramat dalam Tapi arti sebuah cinta, terjawab dalam kesunyian malam Cinta bukanlah saat kau berani menyatakannya Tapi saat kau takut kehilangannya Bukankah langit memiliki rahasianya Takkalah takbir tak dapat tersampaikan Kala lisan hanya dapat mengukir senyuman Disanalah intuisi akan terbangun Mata yang memiliki seleranya Akan melaraskan dengan jiwa yang semakin merindu Bukankah sinar bulan redup Redup akan keheningan senja yang pudar Jiwa yang damai telah berpesan Tinggalkan kesah yang membelenggu Curahkan kepada pencipta alam Tetap bersamaku dan jangan meninggalkanku (n.n)

kata motivasi 8

Jangan pernah menyesali apapun yang telah kau putuskan, karena saya yakin sebelum memutuskan sesuatu anda telah berfikir dampak yang akan terjadi jika anda melakukan atau mengambil salah satu pilihan, wakaupun terkadang keputusan yang anda ambil itu tergesa-gesa dan bisa saja anda anggap salah. TIDAK, katakan hal itu pada diri anda. karena bagaimanapun dampaknya yang akan anda terima itu munkin adalah hal yang terbaik dari pilihan anda. tidak pernahkah anda sesekali berfikir sebelum menyesali suatu keputusan yang anda telah ambil, apakah jika saya memilih pilihan yang lain akan lebih baik, belum tentu munkin saja pilihan yang anda kira itu terbaik ternyata lebih salah dari pada pilihan yang anda pilih sekarang. Ingat tentang takdir? bagaimanapun keputusan yang anda anggap salah itu, bisa jadi menjadi penghubung yang terbaik dan jalan takdir yang lebih mudah dari apa yang anda impikan. Ingalah anda memiliki Tuhan dimana anda yang merencanakan kebahagiaan itu dan Dia-lah yang menyempu...

Puisi I Kerinduan Marshmallow

Kerinduan Marshmallow Aku merindu Hatiku berkecamuk merintih Merasa kosong tanpa hadirmu Terlihat kapas putih bermain diperutku Kuingin bersamamu Di sini cukup gengam tanganku Katakan dengan bibir putihmu Semua akan baik-baik saja Itu cukup membuatku tenang Hari burukpun asal kita berdua Akan menjadi hari marshmallow untukku Aku hanya ingin berada disampingmu Waktu menggulung dan ingatanku tertuju padamu Dibalik dinding kuhanya dapat tersenyum Melihatmu tertawa bersamanya sahabat Kurindu saat tawa itu dulu hanya milik kita berdua 6 Januari 2015 (n.n)

Puisi I Merindu Senyummu

Merindu Senyummu Merindu apakah sebuah dosa ? Pikiranku terkenang lagi tentangmu Uluh hatiku mennggemu Menjerit ingin menatap mata sendu itu Entah berapa lama detik itu bergulir Bayanganmu telah lama berlaluan Terngiang lagi senyuman simancung itu Diujung bibir terucap takbir memuji Aku merindu dengan dada menggebu Teringat setiap senyum hangat itu Senyuman yang sudah sangat lama ku tunggu Yang selalu ku cari di ujung mata Hai pujangga hati Apakah kau pernah mengingatku ? Dapatkah kau mencuat di rupa ini Mengobati desir rindu yang memerdu Teruntuk kakanda 17 Januari 2016 (n.n)

Puisi I Terima Kasih Mentari

Seikat bunga matahari itu Menimbun seluruh isi perasaanku Dimana saat itu ku mulai merintih Oleh dinginnya sunyiku Ku berjalan dalam relung waktu yang tergulung Dalam senyap sunyinya malam Kuberjalan namum seluruhnya Masih tetap dikuasai olehmu Senandung pujian tuhan itu menghantarkan perasaanku pergi Keyakinan itu datang Karena ku yakin mimpi rembulan hanya akan berakhir di mentari pagi Seolah ku yakin takdir itu akan bergeming dan meninggalkanku Semuanya sudah biasa dengan bergulirnya waktu yang memerdu Akan sembuh pada waktunya Hentikan semua itu sebelum lebih subur dan menyayatmu Luka akan berakhir dengan lengkungan simpul pipimu Hadapi dan dia akan bangga melihatmu Lalu katakan kepada mentari itu Dengan gelora persahabatan yang tulus Aku berterima kasih terhadap keyakinan awal itu (n.n) Untukmu kandaku 11 Desember 2015 Saat azan berkumandang

Puisi I Rain

Butiran hujan itu menerpa Entah kepada siapa dia berbisik Anginpun tertawa bersamanya Dimana bayangmu terlintas bersama Lorong pertemuan itu berkisah Setiap langkah menjadi saksi pertemuan Senyuman sibibir tidak bisa berdusta Bahwa ada angan tentangmu Dimana perginya simancung itu ? Bola mataku selalu mencuri pandang Tempat biasanya kemunculanmu Dengan rasa takut yang menderaku Perhatian itu entah akan tercurah kemana Membutuhkanmu untuk merangkai kata Pentingkah semua ini ? Kurasa tidak penting untukmu bukan (n.n) Menunggu hujan reda diatas kursi hijau itu